20210201-01-vera-lestafa-arri-trinity-operator-hanafi-malik-behind-the-scenes_HD

Pembuat film Indonesia menggali potensi sebenarnya dari kombinasi format besar ARRI

Sinematografer Indonesia yang sedang naik daun, Vera Lestafa, dan operator TRINITY pertama di negara ini, Hanafi "Aan" Malik, bergabung dalam syuting film drama romantis “Di Bawah Umur” yang diperlengkapi dengan kombinasi pamungkas dari ALEXA LF, Signature Prime, dan TRINITY.

Mar. 16, 2021

“Di  Bawah Umur” adalah film tentang remaja yang mengeksplorasi masa muda mereka, membuat kesalahan, dan menantang norma. “Konsep visual saya adalah menjadikan film tersebut lebih bervariasi dan dinamis, mirip dengan cara yang dilakukan oleh karakter dalam film untuk menguji masa remaja mereka. Saya ingin menambahkan keindahan tertentu pada masa muda mereka yang sembrono,” penata kamera Lestafa menjelaskan. 

“Sutradara dan saya membutuhkan sebuah kamera yang bisa memberikan berbagai kemungkinan terbaik, sehingga kami memutuskan untuk menggunakan ALEXA LF. Saya ingin melihat seberapa banyak saya bisa mendorong batasnya dalam kondisi minim cahaya dan rentang warna. Hasilnya menakjubkan,” kata Lestafa. Diafragma yang besar dari Signature Prime memberikan ruang agar saya bisa memainkan cahaya dan bayangan sambil tetap mengabadikan gambar yang lembut, dan tanpa kehilangan kontras. Saya sangat menyukai perspektif dan kedalaman lensa 47 mm. Kombo format besar ini benar-benar luar biasa.” 

“Kamera ARRI mudah digunakan dan merupakan alat handal yang bisa menghasilkan gambar-gambar yang paling mengagumkan. Kamera ini tidak pernah mengecewakan saya,” Vera Lestafa, penggemar berat ARRI, menambahkan.

Bagi sinematografer yang kariernya mulai menanjak tersebut, tantangan terbesar baginya adalah menemukan cara untuk mempertahankan gerakan kamera dengan halus menggunakan ALEXA LF, dan TRINITY merupakan solusi yang mudah bagi masalah yang ia hadapi. Ia meminta bantuan dari operator TRINITY yang pertama di Indonesia, Hanafi Malik.  

“Vera membutuhkan TRINITY untuk membantu dalam syuting adegan yang mengharuskan karakternya berpindah dari suatu ruangan ke ruangan lain dengan bebas tanpa batasan apa pun. Kami juga ingin menyingkirkan masalah pandangan yang biasanya terjadi pada Steadicam konvensional,” kata Hanafi. “Memiliki kebebasan untuk mengangkat kamera ke atas dan ke bawah tentunya dapat membawa perubahan besar dalam sistem stabilisasi kamera.”

TRINITY dan ALEXA LF menunjukkan kemampuannya dalam sebuah adegan pertarungan antara dua karakter dalam film tersebut. “Ruangnya terlalu sempit untuk syuting 360°dengan jalur standar, tetapi TRINITY mampu mewujudkannya, sambil tetap mempertahankan pandangan yang sempurna. Meskipun ALEXA LF agak berat pada TRINITY, saya kagum karena gimbal itu sanggup menahan bebannya dan tetap dapat mempertahankan keluwesannya seperti semula,” ungkap Hanafi.

Operator TRINITY yang baru saja mendapatkan sertifikasi dari ARRI akhir-akhir ini, menceritakan bagaimana penstabil kamera hybrid yang pertama itu mengubah caranya dalam persiapan dan syuting adegan: “Sekarang saya sudah memahami potensi yang sesungguhnya dari TRINITY, merupakan tanggung jawab saya untuk menyampaikan kepada sutradara dan penata kamera tentang apa yang bisa dilakukan oleh alat ini dalam mendukung penanganan visual mereka. Banyak operator TRINITY yang mendatangkan inspirasi bagi para pembuat film Indonesia dengan menunjukkan kemampuan TRINITY kepada kami untuk menciptakan pemotretan yang lebih dinamis. Aku ingin melakukan hal yang sama dan mendobrak keterbatasan.”

TRINITY bukanlah satu-satunya inovasi yang membuat gebrakan di Indonesia, format besar juga sedang mengambil alih industri pembuatan gambar di negara ini. “Format besar sedang berkembang pesat di Indonesia. Format besar tidak hanya untuk film cerita dan layar lebar, tetapi juga digunakan oleh banyak sinematografer untuk iklan televisi dan media lainnya,” kata Lestafa. Dengan lebih banyak film format besar dan proyek televisi yang sedang dalam pengerjaan, industri yang sedang berkembang di Indonesia tentunya merupakan sesuatu yang pantas mendapatkan perhatian.

“Di Bawah Umur” sedang tayang di Indonesia, saksikan di Disney+ Hotstar.